151006

THAT shitty feeling again.

I’m an insecure bitch. She who always feel she’s unworthy because of her self quality in which she deemed as lower than her peers. Tapi bukan itu alasan utamanya.

More like, gue selalu ngerasa kalo apa yang gue kerjain itu salah. That constant self-doubt. Hanya karena orang lain gak bisa memahami apa yang gue katakan, apa yang gue coba jelaskan. Which resulted in lots of misunderstanding and unresolved anger between the parties.

Gue sampe mikir kalo bicara gue itu pelo, kalo gue sebenernya itu gak actually ngomong tapi cuma buka mulut dan gak ada kata-kata yang keluar. Gue selalu salah ngomong, as in gak bisa menerjemahkan apa yang ada di otak gue ke dalam kata-kata dengan baik. Jadi salah ngomong. Belum lagi tiba-tiba lidah gue suka kelu sendiri dan bibir gue ngelantur sampe bikin omongan gue gak jelas.

Kan sedih ㅠㅠ

Mulai dari sopir taksi yang salah nganter karena dia salah denger, salah makanan karena abangnya salah denger pesenan gue, sampe salah paham antar temen hanya karena gue salah ngejelasin. That constant “apa?” dari orang bikin gue makin benci sama diri sendiri. Bikin gue makin gak pengen ngomong. Kemampuan verbal gue jelek, suara gue pun aneh. Gue gak suka sama suara gue.

I’m loud and always sound like i’m pissed off over everything. Karena hanya dengan begitu gue baru didenger orang. Udah. Gue udah coba bicara pelan, baik-baik, hasilnya omongan gue makin ngelantur sampe hampir kaya stephen hawking pas suaranya ngaco itu. Serius. Sampe gue langsung pulang padahal gue lagi di kampus dan nangis keras. Mind you, rumah gue di tangerang dan kampus gue di jaktim. You do the math.

Gue gak suka sampe harus ngomong keras-keras, teriak-teriak gitu. Buat gue, cewek mestinya anggun, halus. Belum lagi gue sebenernya gak mau come across as a spoiled brat. I really really don’t wanna come across as one karena gue benci banget orang kaya gitu. Tapi keadaan membuat hal itu mustahil.

In other hand, it’s not like I’m significant??? I always blend to the point of unseen and unnoticeable. Orang bilang gue pendengar yang baik. But somewhat I read it as gue gak pinter ngomong. Gue pun agak mikir kalo sebenernya gue punya penyakit yang bikin speech gue intelligible and that’s my worst fear tbh.

I cried a lot if i remember all those moments. I always took the blame. Sebel sama diri sendiri yang berujung ke self-doubt borderline anxiety. Beneran ngerasa diri unworthy. Sampe ada kalanya pengen mati aja. Gue gak bisa gini terus.

Tapi gue juga mau belajar. Dan gue akan berusaha membuat diri gue bicara dengan baik biarpun itu butuh bertahun-tahun sampe gue beneran lancar menerjemahkan pemikiran gue ke dalam kata-kata. Plus belajar bijak. Eventhough it would take years for this introvert me to socialize and be a fucking damn good speaker, I’m going to own this shit.

You’ll see, World.

Advertisements

Author: Allison Nakamura

Tannya Aditya. Also known as Allison Nakamura of @DBSKCassIndo. Editor by weekdays, blogger on weekend. Quiescent misanthropist and sugoi motherfucker. 東方神起ファン. http://tohosync.flavors.me/

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s